
Dan akupun mulai sadar
Bahwa aku hanya seonggok daging
Serangka belulang
Seperangkat system organ
Dan sebentuk tubuh terukur
Yang kesemuanya tersusun rapi
Menjadi belia yang mencari arah
Bahwa ia adalah kebenaran
Menuju satu tujuan, adalah keabadian?
Seketika aku menghembus nafas panjang
Entah, pikiranku berkalut dengan cinta-cinta semu
Dan cita-cita yang nisbi
Aku sadar aku benar-benar ada
Meski tidak sebenarnya ada
Aku terdiam…
Memandangi langit malam gelap
Dengan bintang yang tak berbilang
seakan tak peduli pada bulan
yang tampak sepenggal dalam setengah malam
aku berfikir semuanya telah ada
meski semua tidak sebenarnya ada
sesekali aku tundukkan kepala
seolah mengerti bahwa aku bukan apa-apa
dalam ruang yang berbintang tak tebilang, bulan yang sepenggal
aku mencoba pejamkan mata
merasakan suatu kehadiran
dalam hening kalbu
diantara gelap malam
dikerumunan bintang-bintang
dihadapan bulan yang sepenggal separuh malam
yang kesemuanya ada
meski tak sebenarnya ada
merasakan keberadaan yang sebenarnya